Keroppi - Sanrio

Sabtu, 26 Juni 2010

CINTA MEMBAWA LUKA



Hujan begitu deras bergemirisik mengusik kesunyian malamku
Jiwakupun gemetar oleh rasa dingin yang mengelu-elus sekujur tubuhku
Tak tahu dan kutetap tak tahu
Mengapa aku begitu asyik …. Begitu damai
Dengan malam yang larut dikala hujan menjadi tarian yang indah baginya
Walau ku sadari luka yang tak sanggup aku menahannya
Telah mencabik-cabik harapan dan kehidupanku
Tak ada kebahagiaan …. Tak ada keindahan
Hanya kesedihan juga kepedihan cinta yang selalu kurasa
Hanya butiran-butiran air mata yang selalu mengalir bersama kesendirian

KETIKA CINTA MENINGGALKANMU



Selama ini mungkin hatiku telah tertawan oleh CINTA ,terpenjara oleh rasa
takut , takut kehilangan CINTA bukan takut terluka , saat CINTA kian begitu
indah kurasakan , ia membuat diriku menjadi gila , mambutakan mata ,
menulikan telunga , memenjarakan akal tak brdaya , mambuat mulut terdiam
tak bersuara ,namun dalam kegilaan itu hatku menemukan penyucian dan
penyatuan abadi ,sedang dalam ketak berdayaan ,hati memeluk keindahan
diantara rasa takut dan harapan , Dan dalam dimensi sebuah cinta
,Sesunguhnya mata dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya, Telinga
mampu mendengar sebentuk bisikan dari lorong jiwa ,Lalu mulut tak henti-
hentinya menyanyikan musik dari surga .sedang CINTA tsb tak lain adalah hanya
CINTAku kepadamu yang memang muncul dari dalam hatiku bukan dari dasar
pikiranku , aku tak mampu mengusir ataupun menghindarinya , walau ia begitu
jauh dariku .

Kamis, 03 Juni 2010

Ketika TUHAN lebih mencintainya

malam mndung hati yang sepi di kala malam semakin larut hati ini pun semakn sepi takala tak ada kamu di sisihku, terkadang aku berfikir apakah ini mipi? Takala kamu tak lagi di sisihku.
Berat rasa hati ini utuk menerima kepergiamu, utuk menerima kenyataan hidup bahwa aku kini hidup sendri, Rindu aku rindu candamu, Rindu aku rindu tawamu aku rindu rindu semua tentang masa masa kita brsama, masa di mana kita bercerita indahnya di masa depan yang akan kita jalani bersama, tapi apa daya Tuhan berkata lain, dan ternyata Tuhan lebih menyayangimu sehingga tuhan memanggilmu utuk berada di sisihnya, Terimakasih cinta atas kebahagiaan yang kamu berika selama kamu di sisihku, terimakasih Cinta atas kasih sayang yang kamu berikan, Terimakasih CINTA

Rabu, 02 Juni 2010

SUKURI NIKMAT TUHAN

hidup dalah realiti di mana kadng kita tertawa menangis marah bncada brcinta sakit hati dan bahagia..

itulah ke hidupan  banyak sekali warna dalam hidup ini ada kuning ada merah ada hitam ada putih tapi biarpun hidup penuh dengan warna asal kita bisa menyusun rapi warna itu kidup kan jadi indah sama halnya dengan pelangi begitu banyak warna tapi karena tersusun rapi jadlah indah di pandang mata.

Selalu sukuri selalu nikmati atas apa yang telah Tuhan berikan, kaerna dengan bersukur kita akan menjadi lebih bahahia,

Percayalah setiap nikmat Tuhan yang ia berikan kalo kita sukuri Insyaallah Tuhan akan menambah nikmat yang lebih banyak

Senin, 31 Mei 2010

KATA KATA MUTIARAZX




Jalan menuju kebahagian itu
tidak ditaburi bunga mawar yang harum, melainkan penuh duri dan pahit

Kadang-kadang Tuhan sembunyikan
matahari, DIA datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan
tertanya-tanya ke mana hilangnya matahari, rupa-rupanya Tuhan hendak
memberi kita pelangi

Waktu itu bagaikan pedang, jika
tidak kau potong maka ia (waktu) akan memotongmu.

Penyesalan terbesar dalam hidup
ialah risiko yang kita tidak ambil. Jika anda merasakan sesuatu itu akan
membuatkan anda bahagia, maka teruskan. Ingatlah bahwa kita akan
melalui semua ini hanya sekali, mungkin tiada lagi peluang kedua.

Andai hidup puncak perpisahan,
biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati puncak perpisahan,
biarlah hidup ini membawa arti yang nyata.

Kemaafan mungkin amat berat
untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya
dengan memberi kemaafan sajalah kita akan dapat mengobati hati yang
telah terluka. Kemaafan yang di beri secara ikhlas umpama pisau bedah
yang boleh membuang segala parut luka emosi

Minggu, 30 Mei 2010

MENINGGALKANKU SELAMANYA



minggu 30 mey 2010 hari ini adalah hari di mana aku dan dia mencoba hal yang baru hal yang konyol
tapi di hari nih banyak sekali plajar-pelajaran yang bisa aku ambil karena dengan hal yang konyol ini aku bisa merasakan arti
dari ke hilangan apa lagi kalo yang hilang itu adalah orng yang benar-benar kita sayangi...
maka dari itu kelak aku kan brusaha semampu dan sebisa aku untuk menjaga orng yang aku sayang
agar dia tidak benar-benar prgi dari ke hidupan aku....

hari nih begitu lama ku rasakan begitu sepi hati nih seakan ada yang hilang dari hidup ini dr jiwa dan hati ini.

kadang aku bertanya dalam hati apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan kegelisahan kesepian ketika dalam tak ada kabar
dari orng yang sangat aku sayang?

apakah aku bisa brtahan dalam satu bulan? Dan nyatanya aku harus bertahan seumur hidupku utuk melupakanmu, berat sangat berat sakit sangat sakit ketika harus di tinggalkan orang yang kita sayang,

Awalnya aku pikir ini hanya kekonyolan mencoba tak ada kabar dalam satu bulan, tapi ternyata ini awal dari kehilangan,

Mungkin aku yang terlalu bodoh
Apa aku terlalu cinta yang berfikir semua akan baik baik saja!
Memang bodoh dan Cinta sangat susah di bedakan, karena cinta bisa membuat orang bodoh,

Tapi tak ada yang aku sesali karena setidaknya aku sudah berusahan menjadi yang terbaik, biarpun kamu berfikir akulah yang terburuk,

kata dewa19 di tengah keramean
pun aku masih merasa sepi... :)
Tapi aku selalu berdoa semoga Alloh selalu melindungimu menjagamu dan memberikan kebahagian utukmu,
Terimakash atas kenangan indah yang telah kamu berikan, yang taakan aku lupakan selama hidupku.



NAMAMU AKAN SELALU ADA DI HATI INI


Sabtu, 29 Agustus 2009

"Cerita Punk Rock Jalanan"

Tersebutlah seorang pemuda berusia 15 tahun. Namanya Tigor bersekolah kelas 3 SMP Kartika Balikpapan. Lahir di keluarga baik-baik. Konon ceritanya keluarganya yang tadinya kaya-raya mendadak jatuh miskin karena perusahaan sang ayah yang bergerak di bidang kontraktor sipil gulung tikar. Di tengah hobinya bergabung dengan klub BMX, Tigor tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk menyalurkan hobinya itu lebih dalam…yaitu memakai barang-barang bermerk di tubuhnya, membeli ornamen-ornamen untuk sepedanya, dan sebagainya. Belum lagi ejekan dari teman-teman satu klub yang selalu diterimanya. Sementara di satu sisi, terdapat sebuah klub juga yang menamai diri mereka ‘street guys‘. Dalam jiwanya yang labil, Tigor akhirnya membelot. Anak-anak ‘street‘ jiwa kekeluargaannya lebih besar dibanding anak-anak BMX yang berasal dari keluarga ‘berada’. Tigor mulai merokok, bahkan untuk anak seusianya yang masih tergolong belia, ia sudah mulai mengenal alkohol. Orang tuanya tak henti-henti menasehatinya, tapi doktrin punk terlalu kuat…isinya antara lain "Nazi fuck…polisi anjing…kita bukan budak, jangan mau disuruh-suruh…kami anti kemapanan!!!". Orang tuanya hanya bisa mengurut-urut dada saja ketika Tigor membantah sewaktu disuruh membuang sampah rumah tangga mereka di tempat pembuangan sampah yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Hingga suatu waktu sang ayah marah besar ketika Tigor membentak beliau hanya karna disuruh pergi ke warung makan. Kemarahan sang ayah membuat Tigor begitu sakit hati karena Tigor belum pernah melihat sang ayah semarah itu kepadanya. Tigor pergi dari rumah tanpa membawa baju ganti satupun. Ia pergi bersama kumpulan barunya yaitu ‘street guys‘ ato lebih kita kenal dengan nama anak punk yang sesungguhnya keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat sekitar dan selalu membuat para polisi jengkel. Di sinilah petualangan Tigor dimulai. Bersama kumpulan barunya ia ikut mengamen di lampu merah, jika lapar dan tidak cukup uang ia mentegakan dirinya mengorek-ngorek tempat sampah demi mengobati perutnya yang sangat kelaparan. Sementara ayah dan ibunya menangis berhari-hari di rumah, berharap Tigor, anak laki-laki satu-satunya mereka segera pulang ke rumah. Tigor memiliki seorang kakak perempuan yang kemudian diasuh oleh tantenya setelah mereka jatuh miskin. Akhirnya suatu saat ibunya mendapati anak lelakinya itu sedang mengorek sebuah tong sampah. Kulitnya bertambah hitam, tubuh jangkungnya terlihat semakin kurus, rambutnya yang hitam legam bagus berubah menjadi model mohawk yang tak beraturan dan berwarna merah yang entah mungkin dari cat rambut murahan. Ibunya menangis melihat anaknya itu dan memintanya pulang ke rumah. Tapi Tigor tetap membantah sampai akhirnya temannya membujuknya untuk pulang…dan pulanglah ia. Ayahnya mulai mengalah padanya. Motor satu-satunya yang tersisa di rumah itu khusus untuk Tigor pakai. Tigor mulai mau sekolah lagi, tapi di akhir pekan, tak ada yang bisa menghalangi langkahnya untuk pergi ke Samarinda, 2 setengah jam dari Balikpapan waktu tempuhnya, bersama anak-anak punk. Namun ayah dan ibunya tak begitu khawatir karena di Samarinda banyak tante-tante dan sepupunya. Sampai akhirnya ia berkenalan dengan seorang gadis kelas 3 SMP di SMPN 2 Samarinda bernama Liza. Kebetulan Liza adalah teman satu sekolah sepupunya. Tigor pulang ke Balikpapan dengan hati berbunga-bunga. Bertambah rajinlah ia berkunjung ke Samarinda karena gadis bernama Liza ini. Orang tuanya sungguh khawatir sesuatu terjadi padanya sepanjang perjalanan lintas kota itu. Akhirnya kelulusan tiba juga. Tigor masuk ke STM Swasta satu-satunya di Balikpapan, jurusan elektro. Belum selesai cobaan yang harus Tigor dan keluarganya terima, berawal dari kecurigaan kedua orang tuanya kalau si anak buta warna karena Tigor sangat susah membedakan antara warna merah muda dan hijau, ditambah lagi dengan sang ayah adalah seorang yang buta warna. Akhirnya keluarga membawanya ke puskesmas, namun kata puskesmas hanyalah kurang latihan. Oleh karena itu kedua orang tuanya tetap nekad memasukkan ke STM yang terdekat dari rumahnya.Namun karena sudah dilatih berulang-ulang si Tigor belum juga bisa menghafal warna-warna tersebut, dengan bantuan sang tante, kemudian Tigor kembali untuk melakukan pemeriksaan dan dibawa ke dokter spesialis mata. Tigor dinyatakan buta warna parsial (60%). Bermaksud baik, sang ibu membawa surat pernyataan dari dokter itu ke pihak sekolahnya agar anaknya dipindahkan jurusan ke jurusan otomotif saja. Ternyata pihak sekolah malah beranggapan bahwa anak buta warna sama sekali tidak bisa masuk di STM di jurusan apapun, jadi lebih baik pindah ke sekolah umum saja. Padahal STM tersebut sebelumnya tidak melakukan test buta warna terhadap calon-calon siswanya maupun meminta surat pernyataan tidak buta warna terlebih dahulu dari para calon siswanya, seperti yang dilakukan oleh STM negeri. Di sekolah teman-teman memperlakukannya seperti orang yang dikucilkan, sikap sang guru juga kurang baik kepadanya (karena Tigor memang bukan siswa teladan di sekolahnya). Akhirnya Tigor membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Ia hanya mempunyai ijazah SMP dan tambah menjadi-jadi kehidupan malam dijalaninya di usianya yang baru 16 tahun itu. Suatu hari yang paling membuat orang tuanya shock adalah Tigor yang baru pulang dari Samarinda, membawa Liza pacarnya ke rumah. Saat itu memang sang kakak sedang nginap juga di rumahnya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, katanya si Liza akan menginap semalam, mau jalan-jalan dulu di Balikpapan, tidurnya bareng kakaknya saja. Ketika orang tuanya menanyai Liza apakah sudah ijin kepada orang tuanya, Liza bilang sudah. Walau masih sedikit curiga karena Liza masih menggunakan seragam pramuka, namun orang tua Tigor cukup lega karena menurut Liza ia sudah meminta ijin sebelum ke Balikpapan. Sampai kemudian terjadi kehebohan besar. Tantenya Tigor telpon ke rumah menanyai Tigor tentang keberadaan Liza karena orang tua Liza membuat ribut di rumah tantenya tersebut. Ketika mengetahui Tigor membawa Liza ke Balikpapan, tantenya langsung menyuruh mamanya Liza berbicara sendiri kepada ibunya Tigor. Ibu meminta mamanya Liza untuk tidak terlalu khawatir, namun mamanya Liza tetap bersikukuh meminta alamat Tigor di Balikpapan. Di tengah tidur pulasnya Liza, jam 4 subhu, orang tuanya menjemput menggunakan taxi argo. Mereka tampak sangat khawatir karena Liza adalah anak semata-wayang mereka. Akhirnya Liza dilarang orang tuanya menemui Tigor lagi. Tigor datang ke Samarinda sudah tidak disambut baik lagi oleh keluarganya Liza. Orang tua Liza tidak suka Tigor bergaul dengan Liza karena Tigor hanyalah seorang yang lulusan SMP, dan seorang punker. Liza berasal dari keluarga kaya. Tigor patah hati berat dengan Liza. Tigor mencoba untuk bunuh diri, namun teman-teman satu kumpulannya mencegahnya. Kehidupan Tigor tambah lekat pada kehidupan punk. Waktunya habis untuk mengamen dan berkumpul bersama anak-anak punk di jalanan. Puskib adalah tempat berkumpulnya mereka. Lampu merah adalah tempat mereka mengamen. Lagu andalan anak-anak punk berjudul "Punk Rock Jalanan". Lagu itu selalu Tigor nyanyikan saat mengamen, karena Tigor merasa bahwa lagu itu sangat sesuai untuknya, dia memang seorang "Punk Rock Jalanan". Sewaktu orang tuanya memohonnya melepaskan diri dari punk, Tigor berkata, "Bu, mereka juga keluargaku. Sewaktu motorku kehabisan bensin di kilometer 20-an, di tengah hutan sana, aku menghubungi seorangpun temanku tak ada yang bisa datang menolongku, tapi ketika aku menelpon Dedy, salah seorang teman punk, semua anak punk Balikpapan datang menghampiriku, jalan kaki mereka dari kota demi aku, menemaniku mendorong motor sampai aku bisa mengisi bensin motorku. Aku menangis dalam hati saat itu. Karena sebenarnya saat itu aku sudah ingin lepas dari mereka. Saat Liza meninggalkanku, punk tidak pernah meninggalkanku."
Orang tuanya terharu dan tidak sanggup berkata apapun lagi. Punk memang meresahkan masyarakat, mungkin karena mereka terkesan urakan, tapi sikap kekeluargaan mereka terhadap sesamanya patut diacungi jempol. Begitulah kisah Tigor, Punk Rock Jalanan.

ARTI KEHIDUPAN1

Hidup adalah sebuah anugrah yang Tuhan berikan untuk kita semua, Tapi dalam kehidupan ini setiap insan membawa takdir nya masing masing, Ad...